Jatuh bebas dari puncak monas

February 1st, 2006 by jibigood

Panggil saja pemuda itu Jek.

Melihat peluang akan kebutuhan hiburan di kota-kota besar, suatu sindikat bisnis hiburan telah membuat suatu terobosan baru dan berhasil mendapatkan ijin untuk mengadakan pertunjukan spektakuler berupa adegan terjun bebas dari puncak monas. Panitia yang merupakan gabungan perusahaan entertaiment telah mempersiapkan segalanya, rencana kerja, perijinan, meng-hire pengacara terkenal si manusia pas foto “ anen biyung nasituan”, sindikat tersebut juga telah menyiapkan pendanaannya.

“Ini negara demokratis bung, tak usah munafik”….

”Selama hal ini tidak merugikan atau mengganggu ketertiban, apa salahnya?”….

”Nyawa seseorang kan tanggung jawab masing-masing, kalau memang ada seseorang yang mau menyerahkan nyawanya, ya kita tak dapat berbuat apa-apa toh”…

”Kalau ada yang keberatan ya silakan saja, kita akan menampung aspirasi mereka…yang mau nonton silahkan beli tiket pertunjukkan kami”…..

“Sebagai orang beragama saya sudah menasehati pemuda tadi supaya mengurungkan niatnya, tapi itu semua tergantung pelakunya sendiri….bisa apa kita selain berdoa?”

Begitulah pembelaan-pembelaan terhadap kontroversi pertunjukan tersebut. (dan banyak lagi lainnya yang tak mungkin penulis tuliskan satu persatu disini)

Sindikat hiburan ibukota tersebut menawarkan imbalan sebesar 1 miliar kepada siapa saja yang berani untuk melakukan tindakan bunuh diri tersebut. Suatu pertunjukkan yang tidak biasa dan cukup membuat heboh masyarakat. Tentu saja Jek telah menjadi pusat perhatian sebagai pelaku utama dalam pertunjukan ini. Serangkaian wawancara dilakukan oleh salah satu stasiun tv untuk mengetahui latar belakangnya, pendidikannya, apa yang menjadi harapan dan tujuan hidupnya; semua terlihat normal saja, layaknya anak muda yang sedang jaya di usianya.

Minggu-minggu ini Jek telah menjadi topik pembicaraan yang hangat di segala lapisan, hampir seluruh media membuat liputannya. Seorang pemuda wajahnya muncul di halaman utama / sampul majalah, koran, tabloid dan sejenisnya; dia adalah seorang pemuda yang sehat, tampang pemberani, bersemangat, energik, dan tak ada hal yang aneh atau spesial dari anak muda tersebut.

“Saya rasa ini hal biasa saja, setelah mengitung untung rugi, saya menerima tawaran tersebut, ini hanyalah bisnis semata….itu saja!”

“Bukankah aneh dan tidak menguntungkan, bahwa anda harus kehilangan hidup dengan cara seperti ini sementara sindikat tersebut mendapat keuntungan yang besar dari pertunjukan ini?”

“Yah begitulah juga tadinya saya berpikir, tapi siapa sih yang tidak melakukan sesuatu demi uang?”…begitulah statemen terakhir yang diberikan oleh Jek dalam sutau kesempatan wawancara di ruang supersuite di salah satu Hotel No.1 yang disediakan panitia kepadanya.

Pernyataan2 yang dibuat Jek tersebut langsung menjadi pembahasan para pakar n narasumber di bidang agama, pendidikan, psikolog, politik dll…dia menjadi triger berbagai macam acara dan menghasilkan perputaran uang yang cukup menggiurkan untuk kota ini.

Berdasarkan hasil polling dan survei, para wanita mengatakan bahwa Jek adalah pemuda yang manis, pemberani, dadanya bidang dan posturnya cukup menjanjikan…”Mau dong jadi cewek kamu Jek”..begitulah hasil wawancara dari salah satu mahasiswi yang ditemui di salah satu café di jakarta.

Tiket telah terjual habis beberapa hari sebelumnya, dan tibalah hari-H nya, minggu ke-2 Februari 2006 hari Minggu jam 9 pagi dimana Jek akan terjun bebas dari puncak Monas. Tempat duduk telah penuh terisi, sebagian berdiri, penonton semua berada di ruang terbuka.

Penonton menahan nafas dan tegang saat Jek bersiap untuk melompat. Lalu Jek menjatuhkan diri, dan terhempas ke beton kemudian langsung mati. Acara segera usai dan penonton beranjak pulang.  Penonton berpikir konyol sekali pertunjukkan ini, untuk menyaksikan hal sesimpel seperti itu telah membayar terlalu mahal (walaupun mereka dapat menyaksikan juga secara langsung bagaimana seseorang jatuh dan hancur berkeping-keping)

Penonton menggerutu dalam perjalanan meninggalkan area pertunjukkan, mereka kesal dan kecewa, yang wanitanya berpikir sia-sia saja mereka telah berdandan cuma buat nonton hal tak berguna seperti itu. Pemikiran lain yang muncul di benak mereka adalah : Segala sesuatu dalam mencari kepuasan akan sia-sia jika tidak dilakukan di dalam……

Playboy hanya bisnis semata?

Pasukan Ketan Item

January 29th, 2006 by jibigood

Pasukan Ketan Item :

Pasukan Kesatuan Setan Ingin BerantemBsdlogo

Bapaku…juga buat pencinta togel

January 17th, 2006 by jibigood

290489

Kau berikan dirimu, dan nyatakan janjimu

Diluar pikiranku, memanggil merdu namaku

Duasembilan, kosongempat, delapansembilan

Kau masuk dalam hatiku.

Kapan kita dapat bertemu?

Daun berguguran, sejak kau panggil aku

Dalam jalan-jalan yang kulalui, perlahan menjadi layu

Di jalan ini, neraka senantiasa memanggil

Di jalan sunyi itu, surga sabar menunggu

Kukatakan ya bapa, tuk hidup dalam hidupmu

Namun kulampiaskan pula nafsuku


Ini anakmu, kutahu kau rindukan aku

Jalan mana kupilih, akankah kita bertemu?

Kautabur benih itu padaku, terhimpit di hati yang membatu

Siapa gerangan perlindunganku? Balik padamu?

Aku memang tak tahu malu, aku akan pulang padamu

Rock of The World

January 17th, 2006 by jibigood

Sebuah kapal dengan layar hitam datang membawaku berlayar. Dan tak kusia-siakan kesempatan ini. Kupikir cukup baik untuk melakukan sedikit kesenangan; toh aku masih cukup muda dan bisa jaga diri. Lagi pula inilah hasratku yang terpendam, hasrat untuk kebebasan.

Mengarung keluar menuju samudera, daratan segera menghilang di belakang, dan kapal terus melaju menembus angin segar. Para awak kapal yang kujumpai sangat disiplin, cukup baik dan sedikit bicara. Kami berlayar dan berlayar, siang dan malam, untuk waktu yang panjang dan terus seperti itu. Tidak ada keinginan untuk berlabuh dimanapun, kami bebas!. Berlayar tahun demi tahun di laut luas yang anginnya baik. Tak sedikitpun tanda untuk berlabuh. Ada saat aku merasa terasing dan bertanya pada salah satu awaknya, mengapa kita tidak pernah ke daratan. Awak itu menjawab tidak ada yang dinamakan dunia lagi. Dunia telah lenyap, tenggelam di kekelaman. Yang ada hanya kita.

Perjalanan yang jauh dan penuh rahasia, kadang aku berpikir dimana kaptennya? Kami mengkapteni diri sendiri, kami adalah manusia bebas.

Aku rasakan ini luar biasa. Kami tetap berlayar untuk waktu yang lama. Laut terbentang luas. Angin terus berhembus, akrab dengan layar hitam. Segala sesuatunya terasa kosong; hanya ada kedalaman di bawahnya. Entah darimana, tiba-tiba datang serangan badai yang menggetarkan. Samudera meraung dan menghantam sekeliling kapal. Kami berjuang di dalam gelap. Badai tak juga mau surut, juga kegelapan. Bertahun-tahun tak juga berhenti. Kabut gelap menyelimuti layar hitam, segalanya kelam, hampa, dan terasing. Kami berjuang di gelapnya malam, dalam kebingungan dan keinginan, meronta, menjerit, berpeluh campur air mata, tak berani berharap lagi.

Sampai saatnya kami dengar dentuman kehancuran. Kami dilanda gelombang dan terhempas pada karang yang muncul dari dalam laut. Kami hancur berkeping-keping dan berpegangan pada batu karang. Layar Hitam itu utuh tak terkoyak namun kini terapung menjauh; dan dengan segenap daya kami bertahan di karang itu.

Sementara bertahan, aku berpikir. Aku tahu nanti, sesaat tadi, sebelum kandas telah diberitahukan padaku. Layar hitam akan terkembang, datang kembali bersama panji-panji tengkoraknya, pangeran kegelapan kaptennya. Gemetar dan takut kurasa. Akankah aku terbawa lagi?

Tak lama, ada berkas cahaya menelusup kelabu dan kami mulai dapat melihat. Karang yang menyelamatkan ini ternyata pulau kecil yang berbatu dan suram. Hanya ada sebatang pohon dengan sedikit tunas daun, tak berbunga, tidak indah, bercabang silang diatasnya, bermahkota duri di puncaknya, namun kami tertarik berada didekatnya. Kami dapat bergembira, berbaring, dan menangis karena sukacita. Ini adalah tanda kehidupan, awal kebangkitan melawan kegelapan dunia.

Statistik : wanita lebih banyak dari pria

January 17th, 2006 by jibigood

Di suatu masa entah kapan persisnya, tak seorangpun yang tahu. Pada suatu pagi, bumi kedatangan dua manusia, mereka pernah berkunjung sebentar. Cukup baik dan indah disini, ada pohon-pohon dan awan berarakan, gunung menjulang dengan hutan dan ladangnya, merasakan angin bertiup. Saat matahari terbenam, semua masih dapat disentuh walau terlihat memudar, begitu misterius; namun semua ini dirasakan tak sebanding dengan dunia dari mana mereka berasal sebelumnya. Itulah sebabnya mereka hanya berkunjung sebentar, rela untuk tinggal sementara karena mereka saling mencintai, dan karena cinta itu, tak ada tempat lain seperti di bumi ini.

Kelihatannya cinta bukanlah sesuatu yang harus diambil untuk diberikan pada dunia ini, kasih yang dapat melengkapi segalanya, tapi cinta merupakan pemberian kepada siapapun yang mengharapkan hal terbaik yang dapat terjadi di dunia ini. Dahulu seperti itulah cinta, tapi faktanya yang terjadi adalah sebagaimana mereka nyata dan terang pada awalnya kemudian berubah menjadi pelarian di bumi ini, cinta menjadi tak dapat dimengerti, terselubung, intrik. Mereka adalah orang asing disini, dan telah kehilangan anugerahnya. Cinta yang telah mempersatukan mereka yang dulunya merupakan keajaiban, menjadi sesuatu yang rapuh, memalukan dan dapat mati. Karena itulah mereka hanya ingin tinggal sebentar saja di dunia ini.

Tak selamanya hari siang dan terang. Saat malam, kegelapan melingkupi semuanya, tak ada lagi yang bisa dilihat. Mereka berbaring di kegelapan, telinga tetap terjaga. Mereka ngeri mendengar angin meniup pepohonan. Dan mereka meringkuk dibawahnya “Mengapa kita hidup disini?”

Lalu si pria membuat tempat perlindungan, tidak permanen berupa tumpukan batu karena sering berpindah-pindah. Si wanita menghamparkan rumput didalamnya dan menunggu suami saat malam datang. Cinta mereka semakin dalam dari sebelumnya, dan dapat melupakan sejenak tugas mereka di dunia ini.

Si wanita kemudian melahirkan anak laki-laki. Ada sukacita kelahiran, mereka bergembira, dan harus segera mencari tempat yang baru lagi.

Betapa aneh dunia ini, habis kemarau datang musim hujan, begitu terjadi sebaliknya. Dengan cara inilah mereka mengenali waktu-waktu yang telah mereka lewati. Si wanita kembali melahirkan anak laki-laki.

Suatu hari di petualangannya dan penaklukannya, si pria bersukacita berhasil merobohkan pohon. Dia menciumi bumi, karena tahu tanah inilah tempat peristirahatan orang yang dicintainya diatas segala yang ada. Tetapi si wanita mulai mencintai awan-awan, pohon raksasa, karena si pria berada dibawah mereka, dan dia lebih mencintai senja karena lebih dulu sampai di rumah dibanding si pria. Betapa tidak menyenangkannya dunia ini, tidak seperti dunia milik mereka sebelumnya.

Aneh dunia ini, aneh pula ceritanya : Jumlah wanita banding pria saat itu adalah 1 banding 3. Wanita mencintai banyak hal dan tidak ada saingan.

Tapi coba lihat sekarang di tahun 2006, memang belum satu banding empat (BPS, 2005) namun kedudukan telah berimbang. Entah bagaimana bisa sebanyak ini, mungkin kutukan sekaligus berkah. Ada banyak wanita tersedia.

Di ragunan tak ada yang begini!

January 15th, 2006 by jibigood

Di zaman purba wanita ga pake baju. Patokan sebagai bermartabat, terhormat atau wanita hebat waktu itu mungkin diukur berdasarkan kemampuannya melahirkan anak-anak yang sehat dan tangkas. Disini masih jadi pertanyaan apakah kecantikan dan keanggunan wanita juga dihargai waktu itu. Kemungkinan lain yang juga patut dipertanyakan adalah, apakah pada saat itu wanita dihargai karena badannya bongsor, nonjol, atau dari cara cekikikannya. Waktu itu, cekikikan ala setan dan ketawa lebar-lebar mungkin saja merupakan gaya paling top oke banget dibanding yang senyum malu-malu. Namun sodara2, sampai sekarangpun zaman tersebut masih jadi perdebatan ahli2 arkeolog apakah zaman purbakala memang ada?…(Arkeolog???….dengan dasar ilmiah dan nilai sejarah selalu berdebat soal umur fosil atau batuan, dan tidak selesai-selesai. Soalnya kalau profesor2 itu tidak beda pendapat, mereka takut ga ada kerjaan lagi…..kerjanya memang cuma itu!)

Kaum pria di zaman rolling stones itu dipercaya telah dapat berinovasi dengan batu2, bekerja dan membuat peralatan dari batu. Pria2 itu mempertahankan eksistensinya, wanitanya, anak2nya, dan buat orang2 sekampungnya, dengan menggunakan batu yang tujuannya adalah untuk keamanan dalam mencari makan. Intinya para pria bekerja melakukan apapun dengan menggunakan apapun yang semuanya dibuat dari batu. Pada masa itu belum ada kondom karena masih zaman batu, namun demikian mereka sudah dapat berpikir seperti kita manusia modern, dan berhasil memformulasikan suatu teori yang berbunyi “tidak mungkin membungkus sesuatu yang dapat mengeras seperti batu dengan bungkus batu”.

Waktu terus berlalu…. cromagnon, neanderthal, mamoot, manusia trinil alias Homo Solonensis, Pithecantropus Erectus, dinosaurus dan saudara2nya punahlah sudah. Lalu turunlah manusia pertama ke bumi.

Hawa mungkin udah pake tutup, bajunya dari daon-daon…mungkin dari pengetahuannya itu sekarang berkembang jadi seni merangkai bunga. Daun2an pasti banyak macemnya, ada melinjo, pepaya, ganja dan lain-lain…kemungkinan beliau juga pernah pake daun cemara buat nutup bagian pentingnya, biar samar-samar, biar transparan dan membuat adam bergejolak. Dan diyakini pula bahwa pada zaman itu, wanita berkulit tebal dan kebal sehingga walaupun ditutup pake daun, badan tidak akan mengalami gatal.

Apa pula yang dilakukan kaum adam?…Ya cari bini ya cari makan!

Setelah zaman batu, muncul zaman perunggu yang merupakan awal zaman materialistis, kemudian zaman nabi-nabi, zaman klasik, era mesin uap, era keroncong, era rock n roll,  nuklir, era  budaya pop n kapitalis, n sekarang zaman campur aduk dan informasi. Segala macam zaman itu punya cerita kegembiraan dan kisah kesedihannya sendiri, namun patut disyukuri oleh semesta alam sekalian bahwa kita manusia pernah mengalami zaman keemasannya, yaitu di zaman rock n roll…Ini adalah fakta dan hal serius yang tak perlu dibantah. Terima saja!

Dari munculnya zaman materialistis sampai sekarang ini, ada satu hal yang patut dicatat…wanita udah pake baju, ada anting2 buat kuping, puser, idung, dan buat vaginanya (mohon maaf kalau ada yang keberatan terhadap ucapan n tulisan vagina…boleh diucapkan asal minta maaf lagi kan? … VAGINA! MAAF!)  pake gelang buat di tangan n kaki, kalung dan pernak pernik lainnya. Daun cemara yang di zaman adam n hawa berfungsi untuk menutup aurat berinkarnasi jadi baju jala2 tembus pandang. Penutup beragam jenis bentuk dan warnanya seperti dedaunan juga. Segala macem tambahan pernak-pernik itu dirasakan perlu dipakai sebagai identitas diri buat kaum wanita. Hal-hal ini telah menjadi ukuran kehormatan dan keanggunan wanita di zaman-zaman ini.

Perlukah  berbicara atau menuliskan tentang moral di zaman ini?…binatang apa pula moral itu!? Penilaian dan ukuran kehormatan pada seorang wanita mengalami perubahan juga; melahirkan anak2 yang sehat n pintar udah ga laku, etiket itu kuno, wawasan basi juga, kelemahlembutan apa lagi…basi banget!.

Pria dan wanita berjalan menempuh waktu secara beriringan, bergerak paralel dan mustahil ada titik temu walau tetap berdampingan. Pria juga udah makin maju dan pinter, ya cari makan juga milih wanita-wanita, tidak lagi milih-milih wanita.

Hargailah kaum perempuan! itu semboyan zaman modern karena memang dipercaya wanita itu berharga, dan benar memang ada harganya…puluhan ribu sampai puluhan juta. Hal lain yang penting untuk diketahui dan dicatat adalah bahwa usia dan masa pakai seorang perempuan turut menentukan nilai jualnya. Usia perempuan ada masa optimumnya, dipercaya antara usia 18 s/d 35 (entahlah mungkin sampai 30an saja) adalah usia siap petik dan sedang ranum2nya, banyak dicari dan diminati. Berkenaan dengan perihal nilai jual tadi, hal tersebut telah mengikuti kaidah ilmiah yang benar dan sesuai dengan prinsip ekonomi, semakin banyak diminati semakin tinggi harganya.

Pria-pria zaman ini walau sudah maju tak jauh beda dari zaman dulu…cari makan, cari materi dan cari perempuan. Pria tak ada usia optimumnya, tak ada masa pakainya, semua tergantung materi.  Tua maupun muda, selama masih bisa tegak berdiri, kaum ini adalah pembeli!. Hahh!….Wanita pun tak mau kalah …Selama masih ada yang bisa dijual, kaum wanita adalah pembelanja!

Entah inovasi di zaman modern ini atau udah ada sejak dulu, bahwa janji dan kata manis nan merdu bisa juga dipakai buat membeli (…hehehe… ) Wanita mengatakan dasar lelaki gombal!..Memang benar apa yang dikatakan wanita-wanita itu, yang telah termakan bujuk rayu lelaki, memang begitu adanya : gombal. Setelah menelan bujuk rayu dan tak dapat menjaga dirinya, hilang kehormatannya, tak ubahnya seperti kain pel, kain lap yang bukan lain adalah gombal…lalu marah dan menjerit dasar kalian kaum lelaki, keparat gombal!

Mmmmmmm…nnnggggg….. Pokoknya begitulah.

Lalu adakah yang berharga dan tidak dapat dibeli? Yang bukan kain gombal?

Keanggunan sekarang sudah berbeda makna dan dapat dibeli. Ukuran keanggunan adalah dari kegatelan dan dari bagaimana cara menggaruknya…agak anggun, keanggun-anggunan dan kurang ajar!… Hihihihi.

————————————————

Beware : Sterces eht sdloh natas

Partner sex

January 10th, 2006 by jibigood

Elo sama gue, asing satu sama lain walupun punya kromosom yang sama. Sama-sama menjadi budak hormon, baik tubuh dan jiwa dalam perjuangannya mencari kesenangan dan kebebasan. Kita juga menjalani kebiasaan primitif yang sudah ada sejak dulu kala : proses kenalan, lebih mengenal, dan jauh lebih kenal lagi, kita sama-sama mencoba untuk masuk lebih jauh…..mengarungi samudra yang tak dikenal.

Buat elo sama gue, seks bukan soal menang kalah, seks juga bukanlah suatu job description. Soal seks ini kita sepakat dan suka sama suka.

Latar belakang kita, membentuk kesendirian kita dengan keunikannya masing-masing. Adat istiadat, bahasa dan suku hanyalah bentuk keragaman yang tidak esensial. Kita sepaham hal-hal seperti itu hanyalah pulau-pulau kecil di lautan samudra.

Suku bukan untuk dipersaingkan, bukan pula untuk didefinisikan. Disini kita sepaham juga rupanya….tetapi…..Tetapi itu hanya buat kita berdua yang mau mencoba mengarungi samudra asing itu.

Gue sama elo sama-sama menolak pemikiran yang sempit. Kita dapat saling memberi dan saling mengisi satu sama lain, seperti pasangan batu kali dan semen (tambah sedikit kerikil + air + pasir) menjadi pilar suatu bangunan. Dalam hal ini kita sepakat dan punya visi yang sama untuk membangun tempat perteduhan tak dikenal.

Buat elo sama gue, suku bukan untuk dipersaingkan, seks bukan pula untuk didefinisikan, hal-hal seperti itu kita percaya sebagai sesuatu yang punya kebenarannya masing-masing sebagai tanda keberadaan diri bagi setiap orang.

Elo sama gue mungkin memang cocok….

Di pemilihan langsung yang lalu kita berbeda dalam memilih presiden. Dalam hal ini kita punya dasar pemikiran yang berbeda, pilih partai yang berbeda, kebijakan-kebijakan yang berbeda, kita sama-sama saling bisa melihat kelemahan kandidat pilihan, kejelekan masing-masing capres bukan pilihan, bahkan saling menjelekkan pribadi kandidat presiden lain….gue bilang Hidup Mega!..elo bilang hidup XXXX…(ga mau gue tulis nama capres tsb disini). Picik kah kita?…tidak juga, itu relatif. Kenapa ada orang yang bertindak brutal karena sepotong roti atau karena uang receh? Sepotong roti dan uang receh begitu pentingkah?..ya bisa jadi, itu relatif!. Kita tidak sepakat.

Disini dan disitulah kita berbeda sekaligus menjadi sama dan sepakat tak jadi kemana-mana, tak mampu mengarung samudera tak dikenal; sama-sama budak nafsu, tubuh dan jiwa..Dengan dasar suka sama suka dan atas nama cinta…kita partner seks semata.

Ada haleluya sodara-sodara?….Disini tidak ada!

GUE GANTENG!

November 16th, 2005 by jibigood

Biasa aja deh jek…… Cahaya laser besinar terang, Tapi cuma seupil dibanding matahari;

Pesawat jet bergerak cepat, Tapi seberapa cepat sih dibanding kecepatan cahaya?;

Dan gimana pun hinanya kamu, Ada seseorang yang lebih hina darimu;

Gimanapun lambannya kamu, Ada orang lain yang lebih lamban dari kamu!

Teknologi modern begitu fantastis, Tapi pernahkah kau amati sayap kupu2?

Manusia membuat simfoni rock n roll, Tapi pernahkah kau perhatikan gagak hitam bernyanyi?

Dan betapapun tololnya anda, Selalu ada orang yang lebih tolol dari anda;

Gak masalah juga seberapa baiknya saudara, Selalu ada orang yang lebih baik…sodara-sodara!

Gue melihat bukan dengan mata…. Gue buta, buta, n buta… pasti ada yang lebih buta dari gue!

Manusia bisa buat whiskey..yang sedaaaap! Tapi pernahkah merasakan lekuk2 gunung?

Film2, cerita2..hebat -hebat Coba lihat warna-warni mimpi kalian.

Dan betapapun buruknya kalian Apa memang ada yang benar2 buruk?

Betapapun brengseknya kalian, Pasti ada orang-orang yang dapat memaafkan kalian

Seberapa cepat sih anda? Seberapa hebat sih saudara? Seberapa cantikkah kamu sayang? Seberap pinter sih elo?

Tapi jangan bilang siapa2 ya… Kata emak gue….Ga ada yang lebih ganteng dari Gue

The smile has left your eyes

August 15th, 2005 by jibigood

And I’ve become a rolling stone

I don’t know where to go or what to call my own

But I can see that black horizon looming ever close to view

It’s over now, it’s not my fault, see how this feels for you

The smile has left your eyes

The smile has left your eyes

Sedih banget pagi ini…

Semoga ini hanya mimpi (ah jadi inget lagu never ending nightmare)

Udah 3 hari ini gue pikir cuma kabar burung yang tak jelas…

Alllaaah paling becanda lagi, seperti yg sudah-sudah.

Tapi kok kayak serius yah….Pagi tadi hampir semua pendengar kirim SMS dan Tlp ke M97.

Damn it! kok semua bernada sedih, minta lagu juga yang sedih-sedih….

Selamat bersedih kawan, walaupun keras kau berusaha untuk tersenyum, namun sinar matamu meredup.

Tapi satu pesan dariku buat teman sekalian ….Biarlah kesedihan ini berlalu, tapi jangan sampai lupa menjaga kesehatan.

——————————–

Dr milis [komunitas m97]

Mulai Rabu depan 17 Agustus 2005, ada sebuah harddisk yang berisi 12.800 lagu claro (classic rock) yang biasanya didengarkan orang seJakarta nganggur. Ini karena radio tersebut, M97FM, mulai tanggalitu diambil alih management-nya dan akan menyiarkan lagu-lagu ndangdut. Dengan demikian punahlah sudah satu-satunya studio yang nyetel lagu2 claro di Indonesia, tamat riwayatnya.

Sungguh sayang, radio yang namanya pernah di sebut-sebut di buku management (bahasa Indonesia/pengarangnya orang Indonesia dan bahasa Inggris/pengarangnya orang londo) khususnya dalam hal segmentasi pasar, harus dihentikan nasibnya begitu saja karena masalah/problem internal management.

Secara pribadi, saya sangat berduka cita dan banyak kenangan yang harus dicatat. Paling tidak, jauh hari sebelum Paguyuban Karl May Indonesia lahir, nama Karl May sudah pernah disebut-sebut di salah satu acara di Radio tersebut, dalam konteks hobby perbukuan. Saya juga pernah dapat kaos karena menang quiz. Seumur hidup, ya baru pertama kali ini mau-maunya ikutan quiz di radio, karena claro.

Semoga ada boss lainnya di Jakarta yang akan mau membuat radio serupa.

_Gono_

-KATA-KATA ADALAH CANDU YANG PALING MEMABUKKAN YANG PERNAH DIGUNAKAN UMAT MANUSIA-

August 11th, 2005 by jibigood

(Missing You - John Waite)

Everytime I think of you, I always catch my breath

And I’m still standing here, and you’re miles away

And I’m wonderin’ why you left

And there’s a storm that’s raging through my frozen heart tonight

I hear your name in certain circles, and it always makes me smile

I spend my time thinkin’ about you, and it’s almost driving me wild

And there’s a heart that’s breaking down this long distance line tonight

I ain’t missing you at all since you’ve been gone away

I ain’t missing you, no matter what I might say

There’s a message in the wire, and I’m sending you this signal tonight

You don’t know how desperate I’ve become

And it looks like I’m losing this fight

In your world I have no meaning, though I’m trying hard to understand

And it’s my heart that’s breaking down this long distance line tonight

I ain’t missing you at all since you’ve been gone away

I ain’t missing you, no matter what my friends say

And there’s a message that I’m sending out, like a telegraph to your soul

And if I can’t bridge this distance, stop this heartbreak overload

I ain’t missing you, I ain’t missing you, I can lie to myself

And there’s a storm that’s raging through my frozen heart tonight

Ain’t missing you, I ain’t missing you

I ain’t missing you, I can lie to myself

Ain’t missing you, I ain’t missing you

I ain’t missing you, I ain’t missing you

I ain’t missing you, I ain’t missing you, ain’t missing you, oh no

No matter what my friends might say, I ain’t missing you…

Kata-kata yang memabukkan adalah Candu!. Termasuk juga kata-kata di lirik lagu dan musik yang menyertainya.

Ada

temen gue yang gue pikir mungkin udah sinting!

Ahhh…

Setiap dia dengar “More Than Words” nya ALIAS, matanya selalu berkaca-kaca, wajahnya jadi sendu. Katanya dia kangen dan teringat mantannya yang udah punya laki dan anak.

Contohnya malam kemareni, bahkan pada malam2 sebelumnya (katanya udah dia lakuin selama 4 tahun lebih)…Missing Younya John Waite selalu dapat menyihir temen ku itu untuk menelpon seseorang di

Bandung

yang tak

kan

mungkin lagi dimilikinya….

—————

Tuuuut…..Tuuuut…..Tuuuut…..(bukan kentut fren….ini nada sambung!)

Klik………

Halo selamat malam….(Temenku diam aja)

………..Kok kamu diem aja?….

XXXXX kan?

Abang kan?

(Dia sebut nama temenku)

Tuhan sayang deh sama abang, gitu juga Aku …

………………………………………………….

………………………………………………….

………..Klik (lalu temenku itu pelan2 meletakkan gagang telepon)

Kemiudian dia akan bergumam sendiri ….

“..Hmmm selamat berbahagia troy…”

——————————————

Dasar aneh….dan kemudian dia bisa tidur nyenyak!

Dan akan diulanginya hal2 seperti itu lagi entah sampai kapan….CANDU!