Balik pada kasih mula-mula
Monday, May 15th, 2006Malem minggu kemaren jam 9-an gue pergi ke rumah cewek yang dikenalin sama kakak perempuan gue. Sebelum sampe ke rumahnya gue udah mikir2 apa yang akan gue omongin, gimana gue bersikap, pokoknya untuk buat dia terkesan sama gue.. Yang ada di otak gue, mungkin ga perlu basa-basi n buang banyak waktu, gue akan nunjukin sikap dan sesegera mungkin bisa take her to the bed. Akan gue treat n buat dia menjadi wanita seutuhnya…begitulah angan2 gue.
Nih cewek satu kampus dulunya sama gue, adik kelas beda jurusan, tapi ga kenal…Ah… ternyata orangnya ramah, charming, senyumnya lebar, en ada yang aneh yang gue rasa tentang cewek ini… ada yg beda yg gue rasain waktu berhadapan dg perempuan ini.. ahhhh gue ini hina banget, penuh dosa, angkuh, ….sementara orang ini damai, penuh kasih dan bersahabat.
Gue sama dia ngobrol tentang hal-hal yang lalu, kenal si ini atau nggak, si itu gimana dan dimana skrg, dulu ngapain aja di bandung, dll, dsb… tentang kampus dulu. Terus ngomongin kerjaan, ngapain aja kerjanya, gimana situasi kantor n bla bla bla.
Tak terasa kita juga mulai bicara hal-hal yang lebih pribadi, gue juga cerita soal tanggal 29 April 1989 waktu gue di bandung berjalan kaki dari Dago sampe Cikaso sambil nyanyi suatu nyanyian rohani…hmmm…dan tak sekalipun dia menghakimi atau menyalahkan gue…sambil tersenyum dengan pandangan penuh pengertian dia cuma bilang "yah itu adalah pilihan kamu ‘johnny’, apapun yang terjadi adalah berdasarkan pilihan kita"
Jam 12 malem gue permisi pulang..satu lagi hal aneh yang ga pernah gue alami dengan cewek2 sebelumnya…dia cuek dan ga gengsi untuk mengajak gue berdoa dan bernyanyi.. dia tanya "Jhon lagu apa yang kamu suka?"…masih dengan perasaan gundah n gengsi gue jawab aja "Bruce Dickinson…Tears Of the Dragon..tau ga elo??"… "Bukan lagu seperti itu Jhon, tapi lagu rohani apa yang elo nyanyiin tanggal 29 waktu itu?"
Akhirnya walau berat, gue nyanyi juga sama dia :
"Yesus yang termanis buat jiwaku, buat jiwaku…buat jiwaku; Yesus yang termanis buat jiwaku, ku cinta selamanya….."
Sedih gue nyanyiin lagu ini, gue takut dengan hal2 yang akan terjadi di depan, takut pada pencobaan, takut terhadap hasrat dan nafsu sendiri.."Oh aku ini lemah Tuhan, aku takut karena aku begitu berpotensi untuk mengecewakan saudara2 seiman dan Engkau Tuhan"
Akhirnya dia berdoa, gue lipat tangan n tutup mata,… gue sedih walau tanpa air mata, gue takut, malu…namun ada damai kurasa. Makasih Tuhan buat malam itu.
Hehehe..hari ini dia SMS gue…semoga bisa menguatkan teman-teman juga : "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis"