Jatuh bebas dari puncak monas
Panggil saja pemuda itu Jek.
Melihat peluang akan kebutuhan hiburan di kota-kota besar, suatu sindikat bisnis hiburan telah membuat suatu terobosan baru dan berhasil mendapatkan ijin untuk mengadakan pertunjukan spektakuler berupa adegan terjun bebas dari puncak monas. Panitia yang merupakan gabungan perusahaan entertaiment telah mempersiapkan segalanya, rencana kerja, perijinan, meng-hire pengacara terkenal si manusia pas foto “ anen biyung nasituan”, sindikat tersebut juga telah menyiapkan pendanaannya.
“Ini negara demokratis bung, tak usah munafik”….
”Selama hal ini tidak merugikan atau mengganggu ketertiban, apa salahnya?”….
”Nyawa seseorang kan tanggung jawab masing-masing, kalau memang ada seseorang yang mau menyerahkan nyawanya, ya kita tak dapat berbuat apa-apa toh”…
”Kalau ada yang keberatan ya silakan saja, kita akan menampung aspirasi mereka…yang mau nonton silahkan beli tiket pertunjukkan kami”…..
“Sebagai orang beragama saya sudah menasehati pemuda tadi supaya mengurungkan niatnya, tapi itu semua tergantung pelakunya sendiri….bisa apa kita selain berdoa?”
Begitulah pembelaan-pembelaan terhadap kontroversi pertunjukan tersebut. (dan banyak lagi lainnya yang tak mungkin penulis tuliskan satu persatu disini)
Sindikat hiburan ibukota tersebut menawarkan imbalan sebesar 1 miliar kepada siapa saja yang berani untuk melakukan tindakan bunuh diri tersebut. Suatu pertunjukkan yang tidak biasa dan cukup membuat heboh masyarakat. Tentu saja Jek telah menjadi pusat perhatian sebagai pelaku utama dalam pertunjukan ini. Serangkaian wawancara dilakukan oleh salah satu stasiun tv untuk mengetahui latar belakangnya, pendidikannya, apa yang menjadi harapan dan tujuan hidupnya; semua terlihat normal saja, layaknya anak muda yang sedang jaya di usianya.
Minggu-minggu ini Jek telah menjadi topik pembicaraan yang hangat di segala lapisan, hampir seluruh media membuat liputannya. Seorang pemuda wajahnya muncul di halaman utama / sampul majalah, koran, tabloid dan sejenisnya; dia adalah seorang pemuda yang sehat, tampang pemberani, bersemangat, energik, dan tak ada hal yang aneh atau spesial dari anak muda tersebut.
“Saya rasa ini hal biasa saja, setelah mengitung untung rugi, saya menerima tawaran tersebut, ini hanyalah bisnis semata….itu saja!”
“Bukankah aneh dan tidak menguntungkan, bahwa anda harus kehilangan hidup dengan cara seperti ini sementara sindikat tersebut mendapat keuntungan yang besar dari pertunjukan ini?”
“Yah begitulah juga tadinya saya berpikir, tapi siapa sih yang tidak melakukan sesuatu demi uang?”…begitulah statemen terakhir yang diberikan oleh Jek dalam sutau kesempatan wawancara di ruang supersuite di salah satu Hotel No.1 yang disediakan panitia kepadanya.
Pernyataan2 yang dibuat Jek tersebut langsung menjadi pembahasan para pakar n narasumber di bidang agama, pendidikan, psikolog, politik dll…dia menjadi triger berbagai macam acara dan menghasilkan perputaran uang yang cukup menggiurkan untuk kota ini.
Berdasarkan hasil polling dan survei, para wanita mengatakan bahwa Jek adalah pemuda yang manis, pemberani, dadanya bidang dan posturnya cukup menjanjikan…”Mau dong jadi cewek kamu Jek”..begitulah hasil wawancara dari salah satu mahasiswi yang ditemui di salah satu café di jakarta.
Tiket telah terjual habis beberapa hari sebelumnya, dan tibalah hari-H nya, minggu ke-2 Februari 2006 hari Minggu jam 9 pagi dimana Jek akan terjun bebas dari puncak Monas. Tempat duduk telah penuh terisi, sebagian berdiri, penonton semua berada di ruang terbuka.
Penonton menahan nafas dan tegang saat Jek bersiap untuk melompat. Lalu Jek menjatuhkan diri, dan terhempas ke beton kemudian langsung mati. Acara segera usai dan penonton beranjak pulang. Penonton berpikir konyol sekali pertunjukkan ini, untuk menyaksikan hal sesimpel seperti itu telah membayar terlalu mahal (walaupun mereka dapat menyaksikan juga secara langsung bagaimana seseorang jatuh dan hancur berkeping-keping)
Penonton menggerutu dalam perjalanan meninggalkan area pertunjukkan, mereka kesal dan kecewa, yang wanitanya berpikir sia-sia saja mereka telah berdandan cuma buat nonton hal tak berguna seperti itu. Pemikiran lain yang muncul di benak mereka adalah : Segala sesuatu dalam mencari kepuasan akan sia-sia jika tidak dilakukan di dalam……
Playboy hanya bisnis semata?
February 1st, 2006 at 2:50 am
didalam..cinta dan naungan perserikatan intergalactica?
toilet?
apa ya paling universal buat semua orang? I said, *semua* orang
*bold, underline*
February 1st, 2006 at 3:31 am
waktu smp kita belajar himpunan. misal dalam suatu kelas (semesta) terdiri 30 murid : 18 rock, 20 suka metal. berapa orang yang suka keduanya?…terus bikin lingkaran2 yang beririsan didapatkan 8 org suka keduanya..bisa ngikutin kan?
Yg paling universal???
-libido paling universal menurut Freud
-matematik menurut Tom Lehrer (gue cenderung setuju dg ini)
-cinta menurut para romantik
-perubahan/changes menurut Tom Sawyer
- dll menurut orang banyak.
Nah..kalau kita buat seperti himpunan seperti waktu smp dulu…manakah yang bisa mengiris semuanya?…
jawabnya abstrak :
“adalah yang paling ngerti/toleran semuanya” atau “yang tidak sama sekali ngerti tentang semuanya”
1. siapakah yg paling ngerti/toleran seluruhnya?
Yang menurunkan hujan pada org yg jahat juga kepada yg baik. Yang memberikan hidup kpd org yang memuja juga kpd yg menghujatnya.
Segala sesuatu didalam dia dan dia didalam segala sesuatu.
2. siapakah yg paling tidak ngerti seluruhnya?
jawabnya himpunan kosong alias nihil/hampa
mudah2an elo puas deh..kekekek
February 1st, 2006 at 4:11 am
^18 rock, 20 suka metal. berapa orang yang suka keduanya?…terus bikin lingkaran2 yang beririsan didapatkan 8 org suka keduanya..bisa ngikutin kan?^
ngga bisa ngikutin gue. kenapa harus 8?
February 1st, 2006 at 4:31 am
no.1 tdk ada hubungannya dg matematik. yang konsisten dong ilustrasinya. ini aliran apa, negeri dongeng?
justru no.2 alias himpunan kosong jawaban yg scara logis paling universal. bisa dibuktikan secara matematis bahwa himpunan kosong ada di setiap lingkaran. himpunan kosong adalah himpunan
yang terbuka dan sekaligus tertutup.
(indah bukan ?)
*matematika dan logika lu jauh dari angka 8, eh memuaskan*
February 1st, 2006 at 4:44 am
Topologi selalu terkait dengan suatu himpunan. Himpunan ini disebut sebagai
“base set”. Jika diambil base setnya adalah himpunan bilangan real R, maka topologi T pada himpunan R adalah kumpulan himpunan-himpunan bagian dari R
yang memenuhi 2 syarat :
1) R anggota T, himpunan kosong anggota T;
2) T stabil terhadap operasi union
3) T stabil terhadap operasi interseksi.
Kumpulan semua himpunan bagian dari R yang merupakan gabungan (union) dari
interval-interval terbuka membetuk topologi pada R.
Suatu himpunan U disebut sebagai “lingkungan” dari suatu titik x di R bila U
mengandung paling sedikit sebuah anggota T.
Suatu himpunan A disebut terbuka bila tiap titik dalam A mempunyai lingkungan
yang terkandung dalam A. Anggota-anggota T adalah contoh himpunan terbuka ini.
Suatu himpunan disebut sebagai tertutup bila ia merupakan komplemen dari
himpunan terbuka. Dapat dibuktikan bahwa R dan himpunan kosong adalah himpunan
yang terbuka dan sekaligus tertutup.
February 1st, 2006 at 6:00 am
be consistent. mathematical truths can and must be proven from the mere [the analysis of] concepts.
further reading..
Benacerraf, P., “Mathematical Truth”, in The Philosophy of Mathematics, Hart, W.D., (Ed.), (1996), Oxford University Press, New York.
Coffa, J.A., The Semantic Tradition from Kant to Carnap: To the Vienna Station, (1991), Cambridge University Press, New York.
Davis, P.J., & Hersh, R., The Mathematical Experience, (1990), Penguin Books, Toronto.
Dummett, M., Origins of Analytic Philosophy, (1994), Harvard University Press, Massachusetts.
Frege, G., The Foundations of Arithmetic, J.L. Austin (Trans.), (1980), Northwestern University Press, Illinois.
George, A., (Ed.), Mathematics and Mind, (1994), Oxford University Press, New York.
Hart, W.D., (Ed.), The Philosophy of Mathematics, (1996), Oxford University Press, New York.
Isaacson, D., “Mathematical Intuition and Objectivity”, in Mathematics and Mind, George, A., (Ed.), (1994), Oxford University Press, New York.
Kant, I., The Critique of Pure Reason, N. Kemp Smith (Trans.), (1992), The Macmillian Press Ltd., London.
Maddy, P., “Perception and Mathematical Intuition”, in The Philosophy of Mathematics, Hart, W.D., (Ed.), (1996), Oxford University Press, New York.
Maddy, P., Realism in Mathematics, (1992), Clarendon Press, Toronto.
Tait, W.W., “Truth and Proof: The Platonism of Mathematics”, in The Philosophy of Mathematics, Hart, W.D., (Ed.), (1996), Oxford University Press, New York.
February 1st, 2006 at 6:48 am
Dalam matematika nol adalah bilangan sedangkan kosong dan tiada adalah sifat.
Nol adalah nilai yg berfungsi untuk merepresentasikan ketiadaan tersebut dalam suatu konstanta numerik. Bilangan tidak sama dengan sifat. Jadi, bukan berarti nol adalah tiada.
Sementara, himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota tapi juga merupakan *himpunan bagian* dari sembarang himpunan dalam semesta.
*bold, underline*
so your conclusion is mathematically incorrect.
February 1st, 2006 at 6:43 pm
hahahaha….banyak amat literaturnya…pusing deh gue.
jadi si universalnya (objek/sebjek) adalah semesta ya? sementara bagian yang dpt mengadop semua kecuali himp kosong adl suatu keadaan (predikat).
mudah2an gue bener. soal kenapa angka 8 ntar gue bikinin diagramnya deh…kekekek..heran gue kok elo bisa lupa?
February 1st, 2006 at 7:21 pm
tentu aja playboy hanya bisnis semata… kecuali kalo lo mandangnya lebih dari sekedar bisnis semata!
terjun bebas atau telanjang seronok… so what?!
konyol.. karena kita menganggapnya konyol..
apakah kita harus mengamankan dunia ini suapaya anak anak kita tumbuh persis seperti yang kita inginkan…
padahal.. sesuatu yang kita anggap tidak aman bisa jadi adalah keamanan duania bagi yang alin!
:p
February 1st, 2006 at 7:27 pm
pagi begini udah marah2…gimana dunia mau aman?
February 1st, 2006 at 9:10 pm
marah karena di anggap marah..
in fact ini cuma permainan tanda seru!!!!!!!
:p
February 1st, 2006 at 9:16 pm
sorry yah yang tadi.
February 1st, 2006 at 10:17 pm
kalo yang tadi gw BENER BENER MARAH!!!!
ga ada sory sory - an !!!!!!!!
:p