Budi Pekerti

Dari gedung 8 lantai ini, hanya ada satu staff cewek yang bodinya oke banget dan cantik menawan, gue pikir kurang pantes dia ada di kantor ini. Sebab orang secantik dia cocoknya jadi model atau artis sinetron.

Sayangnya dia hanya bergaul akarab dengan orang-orang tertentu saja, orang-orang yang berprestasi baik di kantor.

Entah benar entah enggak, wanita itu melihat gue sebagai staff biasa-biasa saja dengan pergaulan yang biasa-biasa saja dan prestasinya biasa-biasa saja juga. Dan belum pernah sekalipun dia menyapa gue lebih dulu. Tak terkait langsung dengan gue, dia juga sangat membenci rock n roll!

Tapi hari itu….Pandangannya terhadap gue berubah!

Saat akan menghadiri rapat anggaran tahunan, teman-teman yang biasa akarab dengannya memandangnya sambil tertawa-rawa dan cewek itu tidak tahu sebabnya.

Gue perhatiin dia mengeluarkan kaca untuk bercermin tetapi mukanya memang tidak kenapa-kenapa…Apa gerangan sih yang mereka tertawakan?. ”Astaga, ternyata ada sesuatu!”

Terus gue deketin cewek ini dan dengan suara agak berbisik gue bilang supaya dia mengeluarkan bajunya. Eh dia malah tersinggung karena merasa gue mau ngatur-ngatur, padahal kan gue bermaksud supaya dia ga diketawain orang-orang.

Sambil cemberut kemudian dia balik badan. Nah, pada kesempatan ini langsung aja gue tepok pantatnya ”Plok” sambil bergegas gue menjauh meninggalkannya, dan masih sempat gue denger umpatan ”Dasar cowok brengsek Lo!” ….Ah wanita itu ga mengerti maksud kata-kata n tindakan gue.

Dia memeriksa dan meraba-raba roknya, lantas kaget karena ternyata bagian belakang roknya robek cukup lebar. Mungkin robek terkait sesuatu yang hanya dialah yang tahu.

Dari kejauhan gue lihat dia mengeluarkan bajunya, wajahnya nampak kecewa terhadap teman-temannya termasuk kepada Rina sohibnya, yang telah sengaja membiarkan dirinya dipermalukan.

Lalu dia melihat dan berjalan mendekat sambil tersipu ke arah gue…ke arah lelaki biasa-biasa saja yang telah menaruh perhatian kepadanya.

Sejak saat itu dia menyadari bahwa budi pekerti seseorang tidak diukur dari apakah orang itu berprestasi atau tidak…Ahem, dan tak terasa sampai saat ini gue sama dia telah beberapa kali melewatkan malam indah nan syahdu bersama-sama…Eh hampir lupa. Ada hikmah yang penting semenjak kejadian tersebut,  dia mulai belajar menyukai Rock n Roll!

One Response to “Budi Pekerti”

  1. Myr Says:

    *terharu*

Leave a Reply