Statistik : wanita lebih banyak dari pria

Di suatu masa entah kapan persisnya, tak seorangpun yang tahu. Pada suatu pagi, bumi kedatangan dua manusia, mereka pernah berkunjung sebentar. Cukup baik dan indah disini, ada pohon-pohon dan awan berarakan, gunung menjulang dengan hutan dan ladangnya, merasakan angin bertiup. Saat matahari terbenam, semua masih dapat disentuh walau terlihat memudar, begitu misterius; namun semua ini dirasakan tak sebanding dengan dunia dari mana mereka berasal sebelumnya. Itulah sebabnya mereka hanya berkunjung sebentar, rela untuk tinggal sementara karena mereka saling mencintai, dan karena cinta itu, tak ada tempat lain seperti di bumi ini.

Kelihatannya cinta bukanlah sesuatu yang harus diambil untuk diberikan pada dunia ini, kasih yang dapat melengkapi segalanya, tapi cinta merupakan pemberian kepada siapapun yang mengharapkan hal terbaik yang dapat terjadi di dunia ini. Dahulu seperti itulah cinta, tapi faktanya yang terjadi adalah sebagaimana mereka nyata dan terang pada awalnya kemudian berubah menjadi pelarian di bumi ini, cinta menjadi tak dapat dimengerti, terselubung, intrik. Mereka adalah orang asing disini, dan telah kehilangan anugerahnya. Cinta yang telah mempersatukan mereka yang dulunya merupakan keajaiban, menjadi sesuatu yang rapuh, memalukan dan dapat mati. Karena itulah mereka hanya ingin tinggal sebentar saja di dunia ini.

Tak selamanya hari siang dan terang. Saat malam, kegelapan melingkupi semuanya, tak ada lagi yang bisa dilihat. Mereka berbaring di kegelapan, telinga tetap terjaga. Mereka ngeri mendengar angin meniup pepohonan. Dan mereka meringkuk dibawahnya “Mengapa kita hidup disini?”

Lalu si pria membuat tempat perlindungan, tidak permanen berupa tumpukan batu karena sering berpindah-pindah. Si wanita menghamparkan rumput didalamnya dan menunggu suami saat malam datang. Cinta mereka semakin dalam dari sebelumnya, dan dapat melupakan sejenak tugas mereka di dunia ini.

Si wanita kemudian melahirkan anak laki-laki. Ada sukacita kelahiran, mereka bergembira, dan harus segera mencari tempat yang baru lagi.

Betapa aneh dunia ini, habis kemarau datang musim hujan, begitu terjadi sebaliknya. Dengan cara inilah mereka mengenali waktu-waktu yang telah mereka lewati. Si wanita kembali melahirkan anak laki-laki.

Suatu hari di petualangannya dan penaklukannya, si pria bersukacita berhasil merobohkan pohon. Dia menciumi bumi, karena tahu tanah inilah tempat peristirahatan orang yang dicintainya diatas segala yang ada. Tetapi si wanita mulai mencintai awan-awan, pohon raksasa, karena si pria berada dibawah mereka, dan dia lebih mencintai senja karena lebih dulu sampai di rumah dibanding si pria. Betapa tidak menyenangkannya dunia ini, tidak seperti dunia milik mereka sebelumnya.

Aneh dunia ini, aneh pula ceritanya : Jumlah wanita banding pria saat itu adalah 1 banding 3. Wanita mencintai banyak hal dan tidak ada saingan.

Tapi coba lihat sekarang di tahun 2006, memang belum satu banding empat (BPS, 2005) namun kedudukan telah berimbang. Entah bagaimana bisa sebanyak ini, mungkin kutukan sekaligus berkah. Ada banyak wanita tersedia.

9 Responses to “Statistik : wanita lebih banyak dari pria”

  1. Myr Says:

    kedudukan mulai berimbang, dan semakin banyak pria dan wanita yg mampu hidup sendiri. demi kebebasan total untuk menemukan dirinya sendiri untuk kemudian saling menemukan satu sama lain. dengan cinta sejati, seperti pada mulanya..

  2. johnny Says:

    Bravo!..kok gue ga mikir ke situ yah?…hehehe

  3. Lucee Says:

    wanita lebih banyak dari pada pria itu jelas karena wanita lebih kuat dari pada pria!
    lebih mampu survive!
    Wanita ga lembek, cengeng, manja n harus dilayani kaya Pria!
    jadi kalo lo mau survive baik baik lah ma wanita, kalo ga bisa musnah termakan zaman lo! soalnya udah jelas Pria tak mampu hidup tanpa wanita, at least 9 bulan lo bergantung sama seorang wanita…
    kalo wanita mampu lahir dan hidup tanpa Pria…
    sudah jelas itu!!!!

    memang yang mampu bertahan dari seleksi alam hanyalah mahluk mahluk yang kuat!!!

    so… be strong!

    :p

  4. johnny Says:

    Laki-laki memang harus keras pada wanita, kalo ga keras tentu saja sulit bagi para wanita untuk mengandung.

  5. Lucee Says:

    itulah kenapa lelaki lebih sulit survive…
    cuma keras pada bagian tertentu, karena bagian tertentu tubuh wanita… dan hanya beberapa saat!

    :p

  6. johnny Says:

    “itulah” apa “itunya”

  7. Myr Says:

    itu purnamasaru

  8. johnny Says:

    walah gue ga ngerti nih sof…
    purnamasaru apaan sih kalau purnamasari kan nama belakangnya si ita si penyanyi itu.

  9. Myr Says:

    ita? setau gue ita purwanti. apa maksud lu ahmad yani..siapa sih, yg jelas dong

Leave a Reply