Di ragunan tak ada yang begini!

Di zaman purba wanita ga pake baju. Patokan sebagai bermartabat, terhormat atau wanita hebat waktu itu mungkin diukur berdasarkan kemampuannya melahirkan anak-anak yang sehat dan tangkas. Disini masih jadi pertanyaan apakah kecantikan dan keanggunan wanita juga dihargai waktu itu. Kemungkinan lain yang juga patut dipertanyakan adalah, apakah pada saat itu wanita dihargai karena badannya bongsor, nonjol, atau dari cara cekikikannya. Waktu itu, cekikikan ala setan dan ketawa lebar-lebar mungkin saja merupakan gaya paling top oke banget dibanding yang senyum malu-malu. Namun sodara2, sampai sekarangpun zaman tersebut masih jadi perdebatan ahli2 arkeolog apakah zaman purbakala memang ada?…(Arkeolog???….dengan dasar ilmiah dan nilai sejarah selalu berdebat soal umur fosil atau batuan, dan tidak selesai-selesai. Soalnya kalau profesor2 itu tidak beda pendapat, mereka takut ga ada kerjaan lagi…..kerjanya memang cuma itu!)

Kaum pria di zaman rolling stones itu dipercaya telah dapat berinovasi dengan batu2, bekerja dan membuat peralatan dari batu. Pria2 itu mempertahankan eksistensinya, wanitanya, anak2nya, dan buat orang2 sekampungnya, dengan menggunakan batu yang tujuannya adalah untuk keamanan dalam mencari makan. Intinya para pria bekerja melakukan apapun dengan menggunakan apapun yang semuanya dibuat dari batu. Pada masa itu belum ada kondom karena masih zaman batu, namun demikian mereka sudah dapat berpikir seperti kita manusia modern, dan berhasil memformulasikan suatu teori yang berbunyi “tidak mungkin membungkus sesuatu yang dapat mengeras seperti batu dengan bungkus batu”.

Waktu terus berlalu…. cromagnon, neanderthal, mamoot, manusia trinil alias Homo Solonensis, Pithecantropus Erectus, dinosaurus dan saudara2nya punahlah sudah. Lalu turunlah manusia pertama ke bumi.

Hawa mungkin udah pake tutup, bajunya dari daon-daon…mungkin dari pengetahuannya itu sekarang berkembang jadi seni merangkai bunga. Daun2an pasti banyak macemnya, ada melinjo, pepaya, ganja dan lain-lain…kemungkinan beliau juga pernah pake daun cemara buat nutup bagian pentingnya, biar samar-samar, biar transparan dan membuat adam bergejolak. Dan diyakini pula bahwa pada zaman itu, wanita berkulit tebal dan kebal sehingga walaupun ditutup pake daun, badan tidak akan mengalami gatal.

Apa pula yang dilakukan kaum adam?…Ya cari bini ya cari makan!

Setelah zaman batu, muncul zaman perunggu yang merupakan awal zaman materialistis, kemudian zaman nabi-nabi, zaman klasik, era mesin uap, era keroncong, era rock n roll,  nuklir, era  budaya pop n kapitalis, n sekarang zaman campur aduk dan informasi. Segala macam zaman itu punya cerita kegembiraan dan kisah kesedihannya sendiri, namun patut disyukuri oleh semesta alam sekalian bahwa kita manusia pernah mengalami zaman keemasannya, yaitu di zaman rock n roll…Ini adalah fakta dan hal serius yang tak perlu dibantah. Terima saja!

Dari munculnya zaman materialistis sampai sekarang ini, ada satu hal yang patut dicatat…wanita udah pake baju, ada anting2 buat kuping, puser, idung, dan buat vaginanya (mohon maaf kalau ada yang keberatan terhadap ucapan n tulisan vagina…boleh diucapkan asal minta maaf lagi kan? … VAGINA! MAAF!)  pake gelang buat di tangan n kaki, kalung dan pernak pernik lainnya. Daun cemara yang di zaman adam n hawa berfungsi untuk menutup aurat berinkarnasi jadi baju jala2 tembus pandang. Penutup beragam jenis bentuk dan warnanya seperti dedaunan juga. Segala macem tambahan pernak-pernik itu dirasakan perlu dipakai sebagai identitas diri buat kaum wanita. Hal-hal ini telah menjadi ukuran kehormatan dan keanggunan wanita di zaman-zaman ini.

Perlukah  berbicara atau menuliskan tentang moral di zaman ini?…binatang apa pula moral itu!? Penilaian dan ukuran kehormatan pada seorang wanita mengalami perubahan juga; melahirkan anak2 yang sehat n pintar udah ga laku, etiket itu kuno, wawasan basi juga, kelemahlembutan apa lagi…basi banget!.

Pria dan wanita berjalan menempuh waktu secara beriringan, bergerak paralel dan mustahil ada titik temu walau tetap berdampingan. Pria juga udah makin maju dan pinter, ya cari makan juga milih wanita-wanita, tidak lagi milih-milih wanita.

Hargailah kaum perempuan! itu semboyan zaman modern karena memang dipercaya wanita itu berharga, dan benar memang ada harganya…puluhan ribu sampai puluhan juta. Hal lain yang penting untuk diketahui dan dicatat adalah bahwa usia dan masa pakai seorang perempuan turut menentukan nilai jualnya. Usia perempuan ada masa optimumnya, dipercaya antara usia 18 s/d 35 (entahlah mungkin sampai 30an saja) adalah usia siap petik dan sedang ranum2nya, banyak dicari dan diminati. Berkenaan dengan perihal nilai jual tadi, hal tersebut telah mengikuti kaidah ilmiah yang benar dan sesuai dengan prinsip ekonomi, semakin banyak diminati semakin tinggi harganya.

Pria-pria zaman ini walau sudah maju tak jauh beda dari zaman dulu…cari makan, cari materi dan cari perempuan. Pria tak ada usia optimumnya, tak ada masa pakainya, semua tergantung materi.  Tua maupun muda, selama masih bisa tegak berdiri, kaum ini adalah pembeli!. Hahh!….Wanita pun tak mau kalah …Selama masih ada yang bisa dijual, kaum wanita adalah pembelanja!

Entah inovasi di zaman modern ini atau udah ada sejak dulu, bahwa janji dan kata manis nan merdu bisa juga dipakai buat membeli (…hehehe… ) Wanita mengatakan dasar lelaki gombal!..Memang benar apa yang dikatakan wanita-wanita itu, yang telah termakan bujuk rayu lelaki, memang begitu adanya : gombal. Setelah menelan bujuk rayu dan tak dapat menjaga dirinya, hilang kehormatannya, tak ubahnya seperti kain pel, kain lap yang bukan lain adalah gombal…lalu marah dan menjerit dasar kalian kaum lelaki, keparat gombal!

Mmmmmmm…nnnggggg….. Pokoknya begitulah.

Lalu adakah yang berharga dan tidak dapat dibeli? Yang bukan kain gombal?

Keanggunan sekarang sudah berbeda makna dan dapat dibeli. Ukuran keanggunan adalah dari kegatelan dan dari bagaimana cara menggaruknya…agak anggun, keanggun-anggunan dan kurang ajar!… Hihihihi.

————————————————

Beware : Sterces eht sdloh natas

3 Responses to “Di ragunan tak ada yang begini!”

  1. Myr Says:

    boleh tanya, kl jiwa masuk kategori mana? rock n roll jg? <– nuduh
    salam tom and jerry

  2. Myr Says:

    ^Setelah menelan bujuk rayu dan tak dapat menjaga dirinya, hilang kehormatannya, tak ubahnya seperti kain pel^

    phrases ini kok sexist skl.
    kl suka sama suka, siapa yg tdk bs menjaga diri siapa? it needs two for tango. gombalnya berdua dong deh yaww..

  3. johnny Says:

    ya emang dua-duanya, satu ngegombal satu lagi digombalin..hehehe..sexist ya?

Leave a Reply