The smile has left your eyes
And I’ve become a rolling stone
I don’t know where to go or what to call my own
But I can see that black horizon looming ever close to view
It’s over now, it’s not my fault, see how this feels for you
The smile has left your eyes
The smile has left your eyes
Sedih banget pagi ini…
Semoga ini hanya mimpi (ah jadi inget lagu never ending nightmare)
Udah 3 hari ini gue pikir cuma kabar burung yang tak jelas…
Alllaaah paling becanda lagi, seperti yg sudah-sudah.
Tapi kok kayak serius yah….Pagi tadi hampir semua pendengar kirim SMS dan Tlp ke M97.
Damn it! kok semua bernada sedih, minta lagu juga yang sedih-sedih….
Selamat bersedih kawan, walaupun keras kau berusaha untuk tersenyum, namun sinar matamu meredup.
Tapi satu pesan dariku buat teman sekalian ….Biarlah kesedihan ini berlalu, tapi jangan sampai lupa menjaga kesehatan.
——————————–
Dr milis [komunitas m97]
Mulai Rabu depan 17 Agustus 2005, ada sebuah harddisk yang berisi 12.800 lagu claro (classic rock) yang biasanya didengarkan orang seJakarta nganggur. Ini karena radio tersebut, M97FM, mulai tanggalitu diambil alih management-nya dan akan menyiarkan lagu-lagu ndangdut. Dengan demikian punahlah sudah satu-satunya studio yang nyetel lagu2 claro di Indonesia, tamat riwayatnya.
Sungguh sayang, radio yang namanya pernah di sebut-sebut di buku management (bahasa Indonesia/pengarangnya orang Indonesia dan bahasa Inggris/pengarangnya orang londo) khususnya dalam hal segmentasi pasar, harus dihentikan nasibnya begitu saja karena masalah/problem internal management.
Secara pribadi, saya sangat berduka cita dan banyak kenangan yang harus dicatat. Paling tidak, jauh hari sebelum Paguyuban Karl May Indonesia lahir, nama Karl May sudah pernah disebut-sebut di salah satu acara di Radio tersebut, dalam konteks hobby perbukuan. Saya juga pernah dapat kaos karena menang quiz. Seumur hidup, ya baru pertama kali ini mau-maunya ikutan quiz di radio, karena claro.
Semoga ada boss lainnya di Jakarta yang akan mau membuat radio serupa.
_Gono_