Biarkan mengalir?
“surat untuk seorang kawan”…si tenyom!
yang selalu mengatakan ke gue biarkan hidupmu mengalir…..
Ah…tulisan2 di koran sekarang ini mengingatkan masa lalu gue ketika menyanyikan lagu wajib Hari Merdeka karangan C. Simanjuntak atau H. Mutahar mungkin? Ah… tak taulah, yang gue ingat di liriknya ada “…selama hayat masih dikandung badan…”
Ini gue suguhin kopi kental dan pahit buat elo yang lagi ngantuk, karena menururt elo kebanyakan orang sekarang cuma suka minum secangkir the instan manis hangat sambil ngelamunin bayangan suara jangkrik dalam ceruk-ceruk bebatuan dan bintang yang nggak kelihatan ketutup awan abu-abu…minumlah secangkir kopi medan ini, asli nggak pake racun.
Selama hayat masih dikandung badan…hmm…Suatu hal yang tak dapat dipungkiri kecuali untuk orang-orang yang gemar berdalih…adalah perut masih bisa laper, ngeliat cewek bahenol sedikit banyak dapat berefek pada “adik kecil” kita (kecuali kalau satu golongan sama alamarhum fredie mercury, rock hudson, atau yang masih hidup seperti Joop Ave).
Jangan anggap remeh soal “dunia indra”, bayangkan saja kalau ada orang nonton bokep 8 jam sehari, baca tabloid merah 4 jam sehari, jam sisanya untuk mandi, kakus, makan, tidur, bengong, dll, dan kebetulan orang itu tinggalnya bersebelahan dengan Panti Pijat Tradisional pimpinan Ibu xxx…perilaku orang tersebut sudah bisa ditebak cenderung mengalir kemana, jiwanya bergerak ke arah mana. Kecenderungannya adalah bergerak ke Mangga Besar yang memang banyak menjual mangga yang capnya “mangga bergelayut dan besar ” ….. wuih wuih…..
Jadi biarkan aja mengalir?. Jangan deh. Ibarat air yang mengalir, kita harus membuat suatu bendungan untuk mencegah aliran ke arah yang yang tak berguna, perlu dibuat sudetan untuk membelokkkan arah aliran. Konstruksi yang membutuhkan pembebasan lahan, biaya yang tidak sedikit dan nggak gampang dikerjakan, tapi jika konstruksi tersebut bisa terlaksana, akan nyata fungsinya, aliran air dapat dikontrol, dapat membagi debit untuk mengairi persawahan, keperluan air minum, pembangkit tenaga, air baku industri, pengendali banjir, dll.
Perubahan tata guna lahan yang menyebabkan koefisien resapan air menjadi turun, dimana semakin sedikit resapan air ke dalam tanah akibat tergantinya tanah asli oleh hamparan beton, maka itu diperlukan suatu rekayasa engineering untuk memanaje aliran air dan usaha pengelolaan dan pengendalian dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Begitu juga juga dengan perubahan tatanan kehidupan, pergeseran nilai, norma dan semacamnya itu perlu disikapi dengan suatu rekayasa non engineering. Gue kira begitu.
Hey tenyom….sedapatnya kelola dan kendalikanlah “daging” ke arah yang sejalan dengan keinginan jiwa (jiwa seperti yang disebut di buku2)…jiwa yang terbelenggu daging, sampai akhirnya nanti kita dapat menyanyikan lagu “Hari Merdeka” karangan jiwa. Sayangin deh jiwa kita, rawatlah, kasih makan yang cukup, istirahat yang cukup, sedikit senam jiwa bangun dan sebelum tidur 5 s/d 15 menit sehari. Berlatihlah dengan giat dan tekun agar dapat mengendalikan daging, bukan sebaliknya. Keliatan gampang emang, simplex atau complex itu tergantung latar belakang, toleransi, situasi kondisi dan asumsi…rekayasa!
Sudah dulu ya, semoga siapapun elo dapat membaca tulisan ini sebagai orang bodoh dan menyikapinya seperti anak-anak…Ciluk, ba!
…ayo kita main bola lagi!
SCREAMFORME…. DREAMFORME….
– johny goodbye-
July 5th, 2005 at 7:29 pm
aduh… makin hari lo makin ga kreatip!!

ini kan udah lo posting di forum… nulis yang baru donk ah!!
>>orang nonton bokep 8 jam sehari, baca tabloid merah 4 jam sehari, jam sisanya untuk mandi, kakus, makan, tidur, bengong, dll, dan kebetulan orang itu tinggalnya bersebelahan dengan Panti Pijat Tradisional pimpinan Ibu xxx…perilaku orang tersebut sudah bisa ditebak cenderung mengalir kemana, jiwanya bergerak ke arah mana. Kecenderungannya adalah bergerak ke Mangga Besar yang memang banyak menjual mangga yang capnya “mangga bergelayut dan besar ” <<
ini tentang elo yah??
:p
July 14th, 2005 at 4:17 pm
salut! salut! salut! t-o-p b-g-t. suka banged bagian kamu ngejelasin perubahan tatanan kehidupan, pergeseran nilai dan norma dg analogi prubahan tataguna dan pembebasan lahan..hehehe. btw dulu geohid dpt nilai brp?
July 14th, 2005 at 8:17 pm
kayaknya gue praktikan/presenter terbaik n ternorak menurut pak bandono…bikin ga ngantuk …hehehehe…seinget gue nilai gue kebih bagus dari elo n uping…A ya???! tugas2 juga begitu nilainya lebih bagus dari yang dicontek!
July 15th, 2005 at 10:55 am
minta ditimpuk!